Ada banyak fakta yang menarik tentang Bahasa Indonesia, berikut beberapa diantaranya:
1. Bahasa tersulit ke-15
Mungkin banyak dari kita yang menyangka bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling mudah dipelajari. Selain pengucapannya yang fonesis, Bahasa Indonesia juga tidak memiliki gender seperti pada Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Bahasa Indonesia jugatidak memiliki penjelasan mengenai waktu, seperti past, present, atau future tense pada Bahasa Inggris. Tapi justru bagi mereka yang baru mempelajari Bahasa Inggris, ini menjadi sulit. Ditambah lagi penggunaan imbuhan yang akan membingungkan bagi orang yang ingin mempalajari Bahasa Indonesia. Bisa jadi ini yang membuat Bahasa Indonesia berada diperingkat 15 sebagai bahasa tersulit di dunia setelah Spanyol dan nomor 3 tersulit di tingkat Asia.
2. Dipelajari 45 negara
Beberapa sekolah dan universitas di dunia mulai memasukkan kurikulum Bahasa Indonesia dalam sistem pelajaran mereka. Meskipun kalah popular dengan bahsa Cina, Jepang, dan Perancis, tapi Bahasa Indonesia masih menjadi pilihan warga asing di dunia. Bahkan di Rusia dan Jerman, di tingkat sekolah dasar, Bahasa Indonesia mulai diajarkan meskipun belum diterapkan di semua sekolah.
3. Bahasa Populer
Pada bulan Desember 2007 lalu, pemerintah Vietnam mengumumkan bahwa Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua setelah Bahasa Tieng Viet (bahasa Vietnam) dan disejajarkan dengan Bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang. Di Australia,pada tahun 1990-an, Bahasa Indonesia ada di urutan keempat sebagai bahasa asing yang paling popular. Meskipun pada tahun 2007 sempat terjadi penurunan jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan Bahasa Indonesia, namun kini makin banyak warga asing yang tertarik mempelajari Bahasa Indonesia.
Namun sayangnya, meskipun digunakan setiap hari, banyak masyarakat Indonesia yang belum menguasai Bahasa Indonesia dengan pemahaman yang baik. Bahkan, mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang diminati pelajar. Padahal, mengutip ucapan Dr. Anton M Moelyono, sebuah bahasa berpeluang menjadi bahsa internasional karena kecendekian dan kemahiran para penutur itu berbahasa.